Rabu, 15 Juni 2016

Puasa Ramadhan



Puasa Ramadhan adalah puasa yang hukumnya wajib 'ain dan harus dilakukan oleh setiap muslim yang beriman di bulan ramadan yang telah dewasa (akil balig), waras, mampu, merdeka dan tidak dalam safar sesuai dengan perintah langsung dari Allah SWT dalam firmanNya di dalam Kitab Suci Al-Qur'an.
Puasa merupakan ibadah wajib yang ada dalam rukun islam dengan menahan lapar dan haus serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa. Puasa dimulai dari terbit fajar di timur hingga terbenam matahari di barat. Orang yang melanggar aturan puasa akan batal puasanya dan wajib mengganti puasanya dengan hari lain di luar Ramadhan bagi yg sedang sakit, dan membayar fidyah bagi lansia.
 
Firman Allah Mengenai Puasa Ramadhan :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa"
(Q.S. Al-Baqarah: 183)

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah: 184).

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.”
(Q.S. Al-Baqarah: 185)

Fungsi / tujuan puasa selama satu bulan penuh di bulan suci ramadhan adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang menciptakan kita Allah SWT. Di samping itu juga terdapat banyak sekali guna dan manfaat dari melaksanakan puasa ramadhan yaitu baik untuk jasmani maupun rohani.

Berikut ini adalah beberapa Manfaat dan Hikmah Puasa Ramadhan :

1. Membuat kita lebih taqwa kepada Allah SWT.
2. Mendapatkan pahala yang melimpah ruah.
3. Memberikan efek yang menyehatkan tubuh kita dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
4. Melatih kita untuk menahan nafsu syahwat selama hidup di dunia fana.
5. Mendorong kita untuk selalu berbuat kebajikan.
6. Bisa memasukkan kita ke dalam surga jika kita telah mati.
7. Melatih sabar, pengendalian diri, disiplin, jujur, emosi, dll.
8. Mempersempit jalan aliran darah di mana setan berlalu-lalang.
9. Mempererat tali silaturahmi dengan sahur dan buka puasa bersama.
10. Menghilangkan dosa di antara manusia dengan saling maaf-memaafkan di hari lebaran idul fitri kembali ke fitrah manusia.

Berikut ini adalah beberapa Keutamaan Puasa Ramadhan :

1. Orang yang berpuasa ramadhan bisa masuk ke dalam surga ar-raiyan.
2. Puasa bisa menjadi penebus dosa.
3. Orang yang berpuasa akan mendapatkan kegembiraan.
4. Puasa adalah penangkal.
5. Mendapatkan ganjaran dari Allah tanpa hitungan.
6. Bau mulut orang yang melakukan puasa bagi Allah SWT wanginya lebih wangi dari bau kasturi.
7. Puasa dan Al-quran memberikan syafaat.

Minggu, 05 Juni 2016

Analisa Lagu Nasionalis



Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupi dirimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Berdasarkan analisa dari lagu tersebut memang benar Indonesia merupakan sebuah surga dunia yang diberikan oleh Allah swt kepada kita untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan umat. Karena Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang sangat melimpah mulai dari minyak bumi, emas, batu bara, panas bumi, dll. Indonesia juga kaya akan flora dan faunanya, berbagai macam spesies hewan dan tumbuhan dapat ditemukan di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Namun saat ini yang menjadi pertanyaan mengapa rakyat Indonesia banyak yang berada dibawah garis kemiskinan? Sedangkan kita adalah negara yang kaya akan hasil tambang dan non tambang. Padahal semua hasil kekayaan sumber daya Indonesia seharusnya untuk kepentingan rakyat Indonesia, tetapi mengapa saat ini tidak demikian? Karena sistem yang diterapkan membolehkan individu memiliki beberapa sumber daya alam secara pribada dan tidak untuk kepentingan umat, karena sistem yang diterapkan adalah sistem kapitalis. Sistem kapitalis membolehkan individu memiliki sumber daya alam dan hasil hutan secara pribadi tanpa ada batas, jadi yang menang hanya para pemilik modal, asing, dan aseng.  

 Sedangkan didalam Sistem Islam sudah diatur dengan jelas, di dalam Sistem Ekonomi Islam memiliki tiga buah asas, yaitu :
1. Kepemilikan (milkiyah)
2. Pengelolaan dan pemanfaatan kepemilikan (tasharruf al-milkiyah)
3. Distribusi kekayaan kepada masyarakat yang hidup dalam naungan negara Islam (tawzi’ al-amwal 
     bayna an-nas)

1. Kepemilikan
     Kepemilikan menurut Islam adalah izin dari pembuat syariah (Allah) kepada seseorang atau sekelompok orang atau negara untuk memanfaatkan suatu barang. Kepemilikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

a. Kepemilikan Individu
    Kepemilikan individu adalah izin yang diberikan oleh Allah sebagai pembuat syariah kepada seorang individu untuk memanfaatkan suatu barang. Barang-barang yang boleh dimiliki oleh seorang individu adalah semua barang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak. Contoh barang yang boleh dimiliki secara individu adalah rumah, tanah (dengan luas tertentu), uang dan kendaraan.

b. Kepemilikan Umum
     Kepemilikan umum adalah izin dari Allah yang diberikan kepada orang banyak/umum untuk memanfaatkan suatu barang. Apa saja yang menjadi milik umum? Dalam hal ini Rasulullah saw. Bersabda :

Kaum Muslim bersekutu dalam tiga hal : padang rumput air dan api
(HR Abu Dawud dan Ibn Majah)

Hadis di atas menyebutkan benda-benda yang dibutuhkan dan menguasai hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, barang apa saja yang dibutuhkan dan menguasai hajat hidup orang banyak maka kepemilikan atas benda tersebut bersifat umum. Contoh dari benda yang menjadi milik umum adalah barang tambang dan hasil hutan. Dalam kepemilikan umum, negara boleh mengelola dan mengatur pemanfaatannya. Hasil dari pengelolaan ini dikembalikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas-fasilitas umum seperti pembangunan jalan raya, jembatan, pembangunan dan pembiayaan sekolah serta rumah sakit.

c. Kepemlikan Negara
   Kepemilikan negara adalah harta yang merupakan hak seluruh kaum Muslim. Pengaturan distribusi dari harta kekayaan tersebut diserahkan kepada kepala negara. Contoh kepemilikan negara adalah zakat, pajak dari orang kafir dzimmi (jizyah), pajak dari tanah taklukan (kharaj), ghanimah, harta orang-orang murtad serta harta orang yang tidak mempunyai ahli waris.
   Sebab-sebab yang dibolehkan Islam untuk mendapatkan kepemilikan, terutama kepemilikan individu, bias melalui bekerja, pewarisan, hibah dan sedekah, atau pemberian Cuma-Cuma oleh negara. Islam melarang pencarian harta dengan pembungaan uang, judi, penipuan serta beberapa praktik perolehan harta yang haram.


2. Pengelolaan dan Pemanfaatan Hak Milik
     Pengembangan kepemilikan berbeda dengan cara mendapatkan kepemilikan atau sebab kepemilikan. Sebab kepemilikan adalah usaha dari seseorang yang sebelumnya belum mempunyai harta untuk mendapatkan harta. Adapun pengembangan kepemilikan/kekayaan adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk mengembangkan harta yang telah menjadi hak miliknya. Dalam hal ini Islam membolehkan pengembangan kekayaan dengan jual-beli, sewa-menyewa, syirkah, usaha pertanian atau mendirikan suatu industri. Islam melarang pengembangan harta dengan cara riba, judi dan segala bentuk penipuan.
     Islam membolehkan seseorang membelajakan harta hanya untuk benda yang tidak diharamkan oleh syariah. Pembelanjaan yang dibolehkan contohnya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, infak, sedekah dan jihad fi sabilillah. Yang diharamkan Islam adalah pemanfaatan harta untuk hal-hal yang dilarang Islam seperti membeli minuman keras dan obat-obatan terlarang.

3. Dsitribusi Kekayaan
    Islam mensyariatkan hukum-hukum tentang distribusi kekayaan ketengah masyarakat. Islam mengatur distribusi harta kekayaan melalui pewajiban zakat dan pembagiannya kepada delapan orang-orang yang berhak menerimanya, pemberian hak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan milik umum, pemberian kepada seseorang dari harta negara dan pembagian waris. Islam mengharamkan penimbunan barang, penimbunan uang dan emas serta sifat bakhil dan kikir.

Maka dari itu apabila Sistem Islam diterapkan bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi makmur dan mendapat ridho Allah swt.

Alasan Mengapa Kita Dibebankan dengan Laten Komunis



Berbicara komunisme di Indonesia, maka erat kaitannya dengan Partai Komunis Indonesia. PKI sampai sekarang dianggap hantu menakutkan di indonesia yang patut diberangus. PKI yang pernah eksis dan diakui resmi sebagai partai politik, muncul setelah indonesia merdeka berdasar Maklumat X tentang pendirian partai-partai politik oleh Muhammad Hatta pada oktober 1945. Walaupun paham komunisme sebenarnya sudah diusung oleh pengikutnya jauh sebelum indonesia merdeka. Pada pemilu pertama Indonesia tahun 1955, PKI memperoleh urutan keempat setelah Partai Nasional Indonesia, Masyumi, dan Nahdlatul Ulama.
Dua kali Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan pemberontakan besar di Indonesia. Pertama pemberontakan pada tahun 1948 di Madiun Jawa Timur. Dan yang kedua pemberontakan pada tahun 1965.
Pemberontakan yang dilakukan oleh PKI memiliki target mendirikan negara komunis di Indonesia. Dalam buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis oleh CC (Comite Central) PKI pada tahun 1957, merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.
Pemberontakan PKI memanfaatkan situasi politik yang terjadi di Indonesia. Pada tahun 1948, PKI memanfaatkan kondisi indonesia yang sedang menghadapi Agresi Militer Belanda 1 tahun 1947.

Pada pemberontakan tahun1965, PKI memanfaatkan situasi Indonesia yang sedang melakukan konfrontasi dengan Malaysia.
Dalam buku Memoir on The Formation of Malaysia, karya Ghazali Shafie terbitan Universiti Kebangsaan Malaysia, menunjukkan kaitan erat jonfrontasi Indonesia-Malaysia dengan PKI. Di dalam buku tersebut dijelaskan mengapa Bung Karno tidak menghadiri persidangan puncak dengan Tengku Abdul Rachman di Tokyo pada tahun 1963, karena PKI tidak suka dengan pertemuan itu. Oleh karena itu, bisa dibaca bahwa konfrontasi Indonesia-Malaysia itu bukan sekedar demo anti-Indonesia atau demo anti-Malaysia, Ganyang Malaysia, melainkan PKI merancang konfrontasi itu agar rencana besar (negara komunis) tidak “terbaca”. Apalagi Bung Karno melontarkan gagasan nasionalis, agama, dan komunis yang justru “melindungi” gerakan PKI.
PKI kemudian dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang menewaskan enam jenderal Angkatan Darat. Berdasarkan ketetapan MPRS bernomor XXV/MPRS/1966, tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi PKI, dan Larangan Menyebarkan atau Mengembangkan Paham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme, pemerintah telah membubarkan PKI.
Dalam pertimbangan Tap MPRS yang ditanda tangani Ketua MPRS Jenderal TNI AH Nasution tersebut, tercantum 3 poin. Saru, paham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme pada hakikatnya bertentangan dengan Pancasila. Dua, orang-orang dan golongan-golongan di Indonesia yang menganut paham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme, khususnya PKI, dalam sejarah kemerdekaan RI, telah nyata terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan pemerintahan RI yang sah dengan jalan kekerasan. Tiga, perlu mengambil tindakan tegas terhadap PKI dan kegiatan-kegiatan penyebaran atau pengembangan paham atau ajaran komunisme/marxisme-leninisme.
Bila kini ajaran komunisme semakin marak. Simbol-simbol komunisme betebaran di mana-mana. Maka kewaspadaan masyarakat harus semakin meningkat, mengingat sebagai sebuah ideologi, komunisme tidak pernah mati. Mereka hanya dormant, dan menunggu saat yang tepat untuk kembali memprovokasi masyarakat demi mewujudkan cita-cita mereka yang belum tercapai, yakni mendirikan negara komunisme di Indonesia. Dan korban keganasan PKI selama beberapa kali aksinya adalah umat islam.

Tonggak - Tonggak Berdirinya NKRI

Dalam setiap Negara pasti ada tonggak-tonggak  penting dalam pembentukan Negara tersebut, begitu pula dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki beberapa tonggak penting dalam pembentukannya yaitu : Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, dan Pancasila. Berikut saya perjelas sedikit tentang hal menjadi tonggak terbentuknya NKRI.
           1. BUDI UTOMO
Budi Utomo (ejaan van Ophuijsen: Boedi Oetomo) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.
Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.
Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, mantan Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.
 
           2.  SUMPAH PEMUDA
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
·         Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
·         Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
·         Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
 
         3.  PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, berdasarkan tim PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).
Dikibarkannya bendera Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta BPUPKI Dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, dr. Radjiman adalah satu-satunya orang yang terlibat secara akif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI. Manuvernya di saat memimpin Budi Utomo yang mengusulkan pembentukan milisi rakyat disetiap daerah di Indonesia (kesadaran memiliki tentara rakyat) dijawab Belanda dengan kompensasi membentuk Volksraad dan dr. Radjiman masuk di dalamnya sebagai wakil dari Boedi Utomo.
Pada sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945, ia mengajukan pertanyaan “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?” Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila. Jawaban dan uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi ini menjadi temuan baru dalam sejarah Indonesia yang memaparkan kembali fakta bahwa Soekarno adalah Bapak Bangsa pencetus Pancasila.
Pada tanggal 9 Agustus 1945 ia membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Saigon dan Da Lat untuk menemui pimpinan tentara Jepang untuk Asia Timur Raya terkait dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan Jepang berencana menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, yang akan menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia. tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
Teks naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.
Adapun yang merumuskan proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia terdiri dari Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishijima, S. Miyoshi, Mohammad Hatta, Soekarno, dan Achmad Soebardjo.
Para pemuda yang berada di luar meminta supaya teks proklamasi bunyinya keras. Namun Jepang tak mengizinkan. Beberapa kata yang dituntut adalah "penyerahan", "dikasihkan", diserahkan", atau "merebut". Akhirnya yang dipilih adalah "pemindahan kekuasaan". Setelah dirumuskan dan dibacakan di rumah orang Jepang, isi proklamasi pun disiarkan di radio Jepang.
Berikut isi proklamasi tersebut:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - '05
Wakil2 bangsa Indonesia.
            4. PANCASILA
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
Daftar Pustaka :

Reklamasi Bukan untuk Rakyat


Penguaha pada akhirnya lebih memperhatikan kepentingan para pengusaha karena ada keuntungan di situ. Proyek reklamasi Teluk Jakarta masih menjadi perdebatan hangat hingga kini. Ada yang pro, tapi tak sedikit pula yang kontra. Banyak kalangan yang menilai bahwa proyek tersebut bukan untuk rakyat. Bahwa dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa dan jelas reklamasi teluk merugikan rakyat. Di dalam proyek reklamasi ada tiga masalah yang akan ditimbulkan dari proyek reklamasi yaitu pencemaran, kerusakan lingkungan, dan keresahan sosial masyarakat. Dan ini diungkapkan oleh pemerintah sendiri melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Sebelumnya, Kementerian LHK sudah menyegel beberapa pulau di proyek tersebut karena masalah persyaratan yang belum dipenuhi oleh pihak proyek yaitu, analisis mengenai dampak lingkungan.

Belum lagi penyelidikan KPK mulai mengungkap adanya kolusi di balik proyek tersebut yang berujung penangkapan oknum pemerintah. Telah terjadi suap menyuap antara pengusaha dan penguasa. Adanya kolusi yang terungkap di balik proyek reklamasi tersebut menunjukkan bahwa proyek itu bermasalah dari sisi perizinan dan fakta dampak terhadap lingkungan. Seandainya tidak ada masalah yang melanggar aturan tentu tidak harus melakukan kolusi dengan risiko tertangkap KPK.

Semua ini terjadi akibat penerapan sistem demokrasi yang sangat rentan dari dominasi pemilik modal, khususnya pemodal besar. Penguasa pada akhirnya lebih memperhatikan kepentingan para pengusaha karena ada keuntungan disitu, dan sungguh sangat disayangkan sikap pemerintah yang jelas mendukung pengusaha yang terlibat dan mengucilkan masyarakat kecil. Ahok jelas-jelas lebih mendukung para pengusaha dengan menegasikan semua opini yang disampaikan rakyat kecil, seperti para nelayan yang berada di Teluk Jakarta. Ahok menganggap bahwa yang berdemo menentang proyek reklamasi bukanlah nelayan asli, hanya ormas yang ngaku nelayan, dll.

Pada dasarnya jika reklamasi itu terjadi pada lahan milik publik, maka seharusnya tidak boleh negara memberikan konsensi kepada individu atau korporasi. Hal senada juga disampaikan Ketua Lembaga Hukum Properti Indonesia Erwin Kallo. Ia mengutarakan bahwa negara harus menjadi landlord, pemilik dilahan reklamasi. Hal itu juga merupakan salah satu syarat yang bisa digunakan untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta. “Swasta ini hanya menjadi mitra sebagai operator atau kontraktor, dan dia tidak bisa menjadi pemilik atau landlord”, ungkap Erwin.

Didalam hukum Islam haram hukumnya saat lahan yang harusnya milik rakyat diubah kepemilikannya menjadi individu. Apabila pembangunan lahan seperti reklamasi itu akan merusak lingkungan dan merugikan rakyat maka jelas tidak boleh.